Pengaruh Sektor Pariwisata dan Investasi terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten di Luar SARBAGITA

Authors

  • Ni Putu Dewi Prawerti Universitas Udayana
  • I Wayan Priyana Agus Sudharma Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.55606/jimek.v6i1.9768

Keywords:

Investment, Regional Original Revenue, Restaurants, Tourism, Tourist Visits

Abstract

The tourism sector is a primary driver of Bali's economy, particularly in the SARBAGITA region (Denpasar, Badung, Gianyar, and Tabanan), which contributes the largest Regional Original Income (PAD). In contrast, areas outside SARBAGITA, including Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, and Klungkung, have more tourist attractions but contribute less to PAD, indicating a development gap. This study analyzes the influence of tourism and investment sectors on PAD in regencies outside SARBAGITA during 2016–2022. Independent variables include tourist visits, hotels, restaurants, and investment, while PAD is the dependent variable. A quantitative panel data approach using Panel Least Squares (PLS) regression was applied. Results show that tourist visits and investment have no significant partial effect on PAD, whereas hotels and restaurants positively and significantly influence PAD. Simultaneously, all four variables significantly affect PAD, with an Adjusted R-Square of 70.93%, suggesting that the variables explain most PAD variations, while 29.07% is influenced by factors outside the model. Based on these findings, it is recommended that local governments outside SARBAGITA focus on increasing tourists’ length of stay and strategically developing hotels and restaurants according to zoning regulations to ensure tourism growth is sustainable and minimizes land conversion issues.

References

Adi, I. R. (2015). Kesejahteraan sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Aditama, N. M., & I Wayan, M. (2024). Analisis dampak ekonomi berganda (multiplier effect) pariwisata terhadap pelaku usaha dan pekerja di Pantai Pandawa, Bali. Journal of Tourism and Hospitality Analysis (JoTHA), 1(1), 31–40.

Agung, W. E. P., & Yuliarmi, N. N. (2022). Pengaruh investasi, jumlah hotel, dan jumlah rumah makan/restoran terhadap pendapatan asli daerah kabupaten/kota di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana.

Amerta, I. M. S. (2019). Pengembangan pariwisata alternatif. Scopindo Media Pustaka.

Amerta, I. M. S. (2019). Pengembangan pariwisata alternatif. Scopindo Media Pustaka.

Anggraeni, S. (2023). Analisis perubahan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di Provinsi Bali tahun 1997–2022. Universitas Islam Indonesia.

Anggraeni, S. (2023). Analisis perubahan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di Provinsi Bali tahun 1997–2022 (Unpublished thesis). Universitas Islam Indonesia.

Anggreni, N. W., & Budiasih, N. G. A. N. (2023). Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali tahun 2019–2022. Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata, 4(1), 1–11.

Anggrismono. (2022). Dampak sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo.

Aprilianti, I., & Utama, M. S. (2024). Analisis pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali di masa pandemi COVID-19 pada sektor pariwisata. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 13(2).

Arifin, A., Putra, B., & Dewi, C. (2022). Dampak pertumbuhan hotel terhadap PAD di Bali. Jurnal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 14(3), 256–267. https://doi.org/10.1234/jpek.v14i3.2022

Arismayanti, N. K., Nogroho, S., & Sudana, I. P. (n.d.). Strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Adat Penglipuran, Bangli. Jurnal Kepariwisataan.

Darmayanti, P. W., & Oka, I. M. D. (2020). Implikasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat bagi masyarakat di Desa Bongan. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 10(2), 142–150.

Dewi, F., Rahmawati, L., & Santoso, H. (2022). Pengaruh jumlah dan diversifikasi destinasi wisata terhadap pendapatan daerah di Bali. Jurnal Manajemen Pariwisata, 10(4), 321–334. https://doi.org/10.7890/jmp.v10i4.2022

Dewi, F., Rahmawati, L., & Santoso, H. (2022). Peran pariwisata dalam peningkatan PAD di Kabupaten Gianyar. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 8(2), 145–160. https://doi.org/10.5678/jepd.v8i2.2022

Diwangkara, N. K., Sari, S. R., & Rukayah, R. S. (2020). Pengembangan pariwisata kawasan Baturraden. Jurnal Arsitektur ARCADE, 4(2), 120–128.

DPMPTSP Provinsi Bali. (2023). Laporan realisasi penanaman modal Provinsi Bali 2016–2022. Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.

Emil, M. I., & Supadmi, N. L. (2022). Pengaruh kunjungan wisatawan dan industri pariwisata pada penerimaan pajak hotel, restoran serta PAD di wilayah SARBAGITA. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.

Fahrudin, A. (2014). Pengantar kesejahteraan sosial. Bandung: Rafika Aditama.

Fitriana, A., Setiawan, B., & Nugraha, R. (2020). Pengaruh jumlah wisatawan terhadap PAD di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Regional dan Kota, 12(1), 78–90. https://doi.org/10.4321/jrk.v12i1.2020

Ghozali, I. (2012). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gunawan, A. S., Hamid, D., & Endang, M. G. W. (2016). Analisis pengembangan pariwisata terhadap sosial ekonomi masyarakat. Universitas Brawijaya Malang, 32.

Izzatun, N., & Rachmawati, L. (2022). Pengaruh jumlah wisata, kunjungan wisatawan, dan hotel terhadap pendapatan asli daerah Blitar. Jurnal Ekonomika: INDEPENDEN.

Januar. (2024). Implementation and challenges of sustainable tourism programs in Bali. Bali Tourism Journal, 8(2), Article 109.

Kaho, J. (2001). Prospek otonomi daerah di Negara Republik Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kartika, T. (2017). Dampak pengembangan pariwisata terhadap aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan fisik di Desa Panjalu. Hospitality and Tourism, 3(1).

Kartimin, I. W., & Artana, I. W. A. (2014). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan yang berkunjung ke DTW Tanah Lot Kabupaten Tabanan. Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, 4(1), 66–79.

Kusuma, I. M. D., & Ramantha, I. W. (2021). Pengaruh jumlah hotel dan restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 31(5), 1195–1210.

Kusumayanti, N. P. A., & Triaryati, N. (2018). Analisis potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada kabupaten di Bali di luar wilayah Sarbagita. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana.

Lestari, E., & Kurniawan, D. (2021). Hubungan infrastruktur pariwisata dengan pertumbuhan PAD di Yogyakarta. Jurnal Infrastruktur dan Ekonomi, 6(2), 201–215. https://doi.org/10.5678/jie.v6i2.2021

Lestari, R., & Andriani, Y. (2018). Pertumbuhan usaha kuliner dan implikasinya terhadap penerimaan PAD di kota pariwisata. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Kebijakan Publik, 11(2), 67–78.

Manalu, S. P. R., Hidayat, M. R., Pakpahan, E., Damrus, D., & Hadi, F. (2022). Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah restoran terhadap PAD dan progres ekonomi di Kabupaten Nias Selatan tahun 2014–2018. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen.

Mirayani, N. K. S., Paristha, N. P. T., & Octaviana, N. K. R. (2023). Strategi pengembangan Desa Wisata Kerta Kabupaten Gianyar Provinsi Bali dalam new normal era. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 5(1), 18–31.

Musgrave, R. A. (1959). The theory of public finance: A study in public economy. New York: McGraw-Hill.

Nurainina, F., & Asmara, K. (2022). Jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tuban. Jurnal Ekobistek.

Nuryanto, T. R. J. (2018). Pariwisata, pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan di Bali (Hipotesis Kurva Kuznets). Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 2(3), 43–54.

Nuryitmawan, T. R. (2016). Studi komparasi kemiskinan di Indonesia: Multidimensional poverty dan monetary poverty. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 2(1), 33–41.

Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Pane, M. R. (n.d.). Analisis efektivitas dan kontribusi pajak hotel, restoran, dan hiburan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak. Jurnal KIAFE / JISPENDIORA.

Paramita, N. L. P., & Darma, G. S. (2020). Kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 15(1), 45–53.

Paramitasari, I. D. (2010). Dampak pengembangan pariwisata terhadap kehidupan masyarakat lokal (studi kasus: Kawasan Wisata Dieng Kabupaten Wonosobo).

Patendeng, Y. E., Maramis, M. T. B., & Mandeij, D. (2022). Analisis pengaruh sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Toraja Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi.

Purwanti, N. D., & Dewi, R. M. (2014). Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Mojokerto Tahun 2006–2013. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE).

Putra, I. N. G. A. D., & Dewi, I. G. A. A. R. (2022). Analisis pengaruh pariwisata terhadap PAD melalui variabel jumlah hotel dan kunjungan wisatawan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 9(2), 88–97.

Putri, & Darmayanti. (2019). Analisis potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) pada kabupaten di Bali di luar wilayah Sarbagita. Jurnal Harian Regional.

Rahyuda, H., & Achnaton, A. (2019). Perencanaan pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Karangasem, Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 24(2), 101–116.

Rejeki, D. A. S., & Yasa, I. N. M. (2024). Determinan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Buletin Studi Ekonomi, 29(2), 170–180.

Sanjaya, & Wijaya. (2022). Pengaruh jumlah hotel dan restoran terhadap penerimaan pajaknya serta dampaknya pada pendapatan asli daerah di Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi Maranatha.

Sastri, R., Li, F., Setiyawan, A., & Monika, A. K. (2025). Measuring the multiplier effect of regional tourism and its spatial distribution in Indonesia before and after the COVID-19. Kybernetes, 54(4), 2087–2110.

Sayekti, N. W. (2020). Strategi pengembangan pariwisata halal di Indonesia. Kajian, 24(3), 159–172.

Sen, A. (2008). Markets, money and capital. Oxford: Oxford University Press.

Setyaningsih, E. D., Hartanti, H., Ratiyah, H., & Wahyuningrum, S. (2022). Pengaruh penerimaan pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di DKI Jakarta. Jurnal Perspektif, 20(2).

Simamora, R. K., & Sinaga, R. S. (2016). Peran pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata alam dan budaya di Kabupaten Tapanuli Utara. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 4(1), 79–96.

Sugiarti, M. I. A. (2024). Pengaruh jumlah wisatawan, jumlah kamar hotel, jumlah restoran dan PDRB pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD): Studi kasus Provinsi Bali Tahun 2013–2022 (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sugiyono. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukirno, S. (2013). Makroekonomi: Teori pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sumarjiyanto, N. (2020). Beberapa masalah dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 7(2), 124–131.

Suryani, N. L., & Artini, L. G. S. (2018). Analisis pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Bali. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 13(2), 89–97.

Susanti, D. P., & Wulandari, D. A. (2020). Kontribusi pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah di Kota Batu. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara, 5(1), 45–54.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2012). Economic development (11th ed.). New York: Pearson.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Widiastuti, N. K. (2013). Pengaruh sektor pariwisata terhadap kinerja keuangan daerah dan kesejahteraan masyarakat kabupaten/kota di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 2(5), 292–311.

Wijaya, R., & Putri, E. (2023). Pengaruh jumlah destinasi terhadap optimalisasi PAD. Jurnal Manajemen Keuangan dan Daerah, 14(1), 89–102. https://doi.org/10.5432/jmkd.v14i1.2023

Wiranatha, A. S., Suryawardani, I. G. A. O., & Suryadarma, I. G. P. (2018). Model pemerataan pembangunan kepariwisataan berbasis kawasan di Bali Utara. Jurnal Kajian Bali, 8(2), 201–226. https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i02.p02

Wooldridge, J. M. (2019). Introductory econometrics: A modern approach (7th ed.). Cengage Learning.

Yasa, N. N. K., Gede, I. M. P., & Mahardika, D. Y. (2020). Strategi pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal di Kabupaten Jembrana, Bali. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 4(1), 13–22.

Yudha, P. A. Y. I., & Purbadharmaja, I. B. P. (2019). Pengaruh kontribusi pariwisata dan nilai produksi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja melalui pertumbuhan ekonomi. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 8(9), 2040–2071.

Zebua, M. (2016). Inspirasi pengembangan pariwisata daerah. Yogyakarta: Deepublish.

Downloads

Published

2026-01-06

How to Cite

Ni Putu Dewi Prawerti, & I Wayan Priyana Agus Sudharma. (2026). Pengaruh Sektor Pariwisata dan Investasi terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten di Luar SARBAGITA. Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan, 6(1), 528–549. https://doi.org/10.55606/jimek.v6i1.9768

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.