Analisis Hubungan Kebiasaan Masyarakat dan Kondisi Fisik Rumah terhadap Kejadian Malaria di Desa Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.55606/jikki.v6i2.10349Keywords:
Community Habits, House Conditions, Malaria, Pesawaran, PreventionAbstract
Malaria remains a significant global health challenge, with Indonesia ranking second in Asia for the highest number of cases. This study aims to analyze the relationship between community habits and physical house conditions with the incidence of malaria in Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran Regency. A quantitative method with a case-control design was employed, involving 128 respondents (64 cases and 64 controls) selected through simple random sampling and neighborhood control. Data were collected via interviews and direct observations using structured questionnaires. Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a significant relationship between non-protective habits and malaria incidence (p-value 0.045, OR 2.255), as well as between risky physical house conditions and malaria (p-value 0.043, OR 2.524). Individuals with poor prevention habits and those living in houses without proper ceilings or wire mesh face a higher risk. These findings imply that malaria control in the area requires integrated interventions focusing on individual behavioral changes such as using repellent and long-sleeved clothing alongside physical housing improvements like installing home ventilation screens.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran. (2024). Jumlah kasus malaria di Kabupaten Pesawaran (jiwa), 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran. https://pesawarankab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzA0IzI=/jumlah-kasus-malaria-di-kabupaten-pesawaran.html
Centers for Disease Control and Prevention. (2026). CDC yellow book 2026: Health information for international travel. Oxford University Press.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM). (2022). Petunjuk teknis pengendalian faktor risiko malaria.
Fadillah, G. E., & Azizah, R. (2022). Analisis faktor risiko perilaku dengan kasus malaria pada masyarakat di Indonesia (meta analysis 2016–2021): Literature review. The Indonesian Journal of Health Promotion, 5(11), 1336–1345. https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3
Harijanto, P. N., Nelwan, E. J., & Jamil, K. F. (2024). Malaria. In Buku ajar: Ilmu penyakit dalam (7th ed., pp. 708–612731). Interna Publishing.
Humaira, S., Nurjazuli, N., & Raharjo, M. (2024). Hubungan lingkungan dan perilaku terhadap kejadian malaria di Provinsi Aceh. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(2), 241–248. https://doi.org/10.14710/jkli.23.2.241-248
Irma, P. (2022). Epidemiologi penyakit malaria: Menelaah kejadian & faktor risiko pada anak. CV. Literasi Nusantara Abadi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Kasus malaria di Indonesia. https://malaria.kemkes.go.id/
Lestari, S., Handayani, E. P., & Pratami, Y. R. (2023). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sentani. Journal of Nursing and Health (JNH), 8(1), 122–130.
Mardani, D., Fitrianti, S., & Rahmadhani, Y. (2016). Hubungan perilaku dan kondisi fisik rumah dengan kekambuhan malaria di wilayah kerja Puskesmas Sungai Abang Kabupaten Tebo. Jurnal Akademika Baiturrahim, 5(2).
Ngongo, H. M. (2022). Hubungan antara perilaku dan kondisi lingkungan dengan kejadian malaria di beberapa daerah di Indonesia. Jurnal Keperawatan SUMBA, 1(1), 61–70. https://doi.org/10.31965/jks.v1i1.863
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. PT Rineka Cipta.
Pariaribo, K. M. (2025). Hubungan perilaku masyarakat dengan penyakit malaria di Puskesmas Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, 4(1), 343–356. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i1.5074
Puskesmas Hanura. (2024). Laporan tahunan malaria. Puskesmas Hanura.
Rosa, E., Shafira, I. D., Oktaria, D., & Arifiyanto, A. (2020). Adherence to Plasmodium vivax malaria treatment in Hanura Public Health Center, Pesawaran District of Indonesia. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.2.21806/v1
Trapsilowati, W., Pujiyanti, A., & Negari, K. S. (2016). Faktor risiko perilaku dan lingkungan dalam penularan malaria di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. BALABA, 12(2). https://doi.org/10.22435/blb.v12i2.4789.99-110
Triwahyuni, T., Mustofa, F. L., & Yusuf, M. (2016). Hubungan faktor individu dan faktor lingkungan perumahan terhadap kejadian malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2016.
Wayranu, A., Lagiono, & Marsum. (2016). Hubungan antara kondisi fisik rumah dan perilaku penderita dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Banjarmangu 1 Kabupaten Banjarnegara Tahun 2016. Keslingmas, 35, 278–396. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i4.3096
World Health Organization. (2024). World malaria report 2024: Addressing inequity in the global malaria response. World Health Organization.
World Health Organization. (2025). WHO guidelines for malaria. World Health Organization. https://doi.org/10.2471/B09514
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_001.jpg)





