Implementasi Akuntansi Lingkungan dalam Meningkatkan Kinerja Kelestarian Perusahaan pada Pabrik Kecap Cap Jempol Lasem

Authors

  • Felix Chandra Pranoto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Sri Rahayuningsih Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55606/optimal.v6i1.9327

Keywords:

Environmental Accounting, Environmental Cost, Msmes, Sustainability, Triple Bottom Line

Abstract

Sustainability issues require businesses to consider economic, social, and environmental impacts, creating a need for accounting systems that can present more accurate cost information. Environmental accounting functions as a key instrument for identifying and measuring environmental costs arising from production activities and for supporting more efficient resource use. However, many micro, small, and medium enterprises (MSMEs) face challenges in implementing environmental accounting due to limited understanding, restricted resources, and the absence of separated environmental cost records. These limitations make it difficult for business owners to evaluate the contribution of environmental expenditures to sustainability performance. Pabrik Kecap Cap Jempol Lasem is one MSME experiencing these challenges, as its basic waste-management efforts are not supported by structured green cost documentation. This study aims to identify environmental costs within the production process, design an accounting record model suitable for MSMEs, and analyze how environmental accounting information enhances sustainability. Using a descriptive qualitative method through interviews, observations, and documentation, the study finds that the absence of environmental cost separation hampers evaluation of waste-management effectiveness. The results confirm that environmental accounting has the potential to improve cost efficiency, information transparency, and sustainability performance, emphasizing the importance of systematic environmental cost recording for MSMEs.

References

Alifiarisma Maricar, & Priyawan, S. (2024). Implementasi akuntansi lingkungan dalam hubungannya dengan konsep triple bottom line menuju green economy guna mencapai keberlanjutan pada PT Varia Usaha Beton (VUB) Sidoarjo. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 2(1), 8–23.

Firman, D., Maros, S., Selatan, N., Basar, F., Fajri, H., & Nur, A. (2023). Penerapan konsep triple bottom line pada usaha ayam potong UD. Vol. 6(1).

Firman, M., Andika, R., & Lestari, P. (2023). Environmental accounting practices in small-scale industries. Journal of Sustainable Economics, 5(2), 112–125.

Hakim, A., & Ristanti, F. (2023). Environmental cost transparency through environmental accounting. Jurnal Akuntansi dan Lingkungan, 9(1), 25–39.

Hidayat, M., & Susanto, R. (2022). Integrasi triple bottom line dalam peningkatan kinerja keberlanjutan perusahaan. Jurnal Manajemen Modern, 6(2), 144–159.

Kahfi, M. A. H., Syamsuddin, S., Sahrir, & Pratiwi, I. (2023). Pengaruh triple bottom line, environmental accounting terhadap corporate social responsibility. Open Journal Systems, 17(7), 1661–1668.

Kurniawan, D., & Dewi, L. (2024). Peran teknologi informasi dalam implementasi akuntansi lingkungan pada UMKM. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 10(1), 90–104.

Maharani, F. M., & Maqsudi, A. (2024). Penerapan akuntansi lingkungan berdasarkan triple bottom line pada PT Teknindo Geosistem Unggul. Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 3(2), 11–20.

Maricar, R., & Priyawan, A. (2024). Evaluasi biaya lingkungan pada industri pangan. Jurnal Ekonomi Berkelanjutan, 8(1), 45–59.

Ngurah, A. A. A., Saraswati, P., & Musmini, L. S. (2024). Analisis penerapan akuntansi lingkungan terhadap pengelolaan limbah sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial pada Puskesmas Kubutambahan I. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 14(2).

Nurhidayat, E., Junaid, A., & Kamase, J. (2020). Penerapan akuntansi lingkungan berdasarkan triple bottom line pada RSUD H. M. Djafar Harun Kabupaten Kolaka Utara.

Putra, I. G. B. N. P., & Larasdiputra, G. D. (2020). Penerapan konsep triple bottom line accounting di Desa Wisata Pelaga (Studi kasus pada Kelompok Usaha Tani Asparagus). KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 11(2), 129–136.

Rahayu, F. (2021). Perkembangan konsep triple bottom line dalam era keberlanjutan modern. Jurnal Manajemen Lingkungan, 4(3), 210–222.

Ramadhani, S., & Putra, D. (2022). Implementasi akuntansi lingkungan dalam pengelolaan biaya perusahaan. Jurnal Akuntansi Hijau, 6(2), 98–110.

Sari, D., & Maulana, H. (2022). Akuntansi lingkungan dan dampaknya terhadap kinerja keberlanjutan UMKM. Jurnal Keberlanjutan Bisnis, 3(1), 55–70.

Setyowati, N. (2023). Triple bottom line sebagai strategi keberlanjutan perusahaan di era modern. Jurnal Bisnis dan Lingkungan, 7(1), 77–89.

Sukmawati, I. (2021). Peran akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah perusahaan. Jurnal Akuntansi Hijau, 5(1), 34–47.

Temalagi, S., & Borolla, L. (2021). Penerapan konsep triple bottom line accounting di Desa Telalora Pulau Masela (Studi kasus pada petani rumput laut).

Yovita, M., Pandin, R., Prisilia, S., Pribadi, A. F., Larissa, C., Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (2023). Analisis penerapan triple bottom line sebagai kunci keberlanjutan bagi perusahaan food and beverage. Journal of Social and Economics Research, 5(2).

Yuliana, D., & Sulistyawati, S. (2021). Analisis biaya lingkungan pada UMKM. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan, 2(2), 60–73.

Yunu Kurnelia Yuliana, & Ardiani Ika Sulistyawati. (2021). Green accounting: Pemahaman dan kepedulian dalam penerapan (Studi kasus pada pabrik kecap lele di Kabupaten Pati). Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 19(1), 45–49.

Downloads

Published

2026-01-02

How to Cite

Felix Chandra Pranoto, & Sri Rahayuningsih. (2026). Implementasi Akuntansi Lingkungan dalam Meningkatkan Kinerja Kelestarian Perusahaan pada Pabrik Kecap Cap Jempol Lasem. OPTIMAL Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 6(1), 247–254. https://doi.org/10.55606/optimal.v6i1.9327