Implementasi Teknologi Otomatisasi pada Tahap Pengolahan Kedelai dengan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada Industri Tempe Dusun Sadang Kabupaten Ngawi

Authors

  • Dimas Nur Prakoso Politeknik Negeri Madiun
  • Yuli Prasetyo Politeknik Negeri Madiun
  • Ardila Prihadyatama Politeknik Negeri Madiun
  • Adittio Ramadhan Politeknik Negeri Madiun
  • Narava Kansha Putra Pratama Politeknik Negeri Madiun

DOI:

https://doi.org/10.55606/kreatif.v5i4.8769

Keywords:

Good Manufacturing Practices, MSME Partner, Soybeans, Soybean Seed Coat, Tempe

Abstract

This community engagement program aims to enhance the productivity and hygiene of household-scale tempe production by automating soybean dehulling and implementing Good Manufacturing Practices (GMP), complemented by strengthened business management. The participatory action approach comprised installation and commissioning of a soybean dehulling machine, GMP implementation sessions with MSME partners, and assistance in obtaining the Business Identification Number (NIB). A pre–post evaluation assessed production capacity (kg/day), cycle time and dehulling yield, GMP compliance, and legal status. The machine was installed and operated stably; dehulling cycle time decreased, dehulling yield was high (≥85%), and daily capacity increased from approximately 30–40 kg/day to 80–100 kg/day. Training produced a hygienic SOP that is followed with routinely completed checklists, alongside indications of reduced product defects. The issuance of the NIB strengthened partners’ readiness to access formal markets and government support. These findings affirm that an integrated techno-managerial intervention effectively improves performance and product quality in Tempe production and is suitable for replication, with emphasis on machine fine-tuning and strict adherence to GMP.

References

Badan Pangan Nasional. (2022). NFA dorong program subsidi kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe demi ketahanan pangan. Badan Pangan Nasional.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas. (2021). Upaya pengembangan kedelai lokal sebagai bahan baku tahu dan tempe. Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Fajar, H. Al. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal melalui pendekatan ABCD untuk mencapai SDG 1: Tanpa kemiskinan. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 142–158. https://doi.org/10.24198/focus.v7i2.58936

Faturachman Alputra Sudirman, F. T. S. (2022). Kesetaraan gender dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs): Suatu review literatur sistematis. Public UHO, 5(4), 995–1010. https://doi.org/10.35817/publicuho.v5i4.41

Galih Mustiko Aji, Artdhita Fajar Pratiwi, & S. W. U. (2024). Rancang bangun inkubator tempe untuk mempercepat waktu fermentasi. Agroteknika, 7(4), 488–497. https://doi.org/10.55043/agroteknika.v7i4.321

IPB University, LPPM. (2022). Pengembangan tempe higienis fungsional untuk kesehatan masyarakat dan ekspor. IPB University.

Julianti, E., & Lubis, Z. (2022). Peningkatan produktivitas UMKM tempe melalui perbaikan alat pengolahan. Talenta Conference Series, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.32734/anr.v5i1.2131

Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Tempe sebagai pangan fungsional bergizi tinggi dan kaya manfaat kesehatan. Kemenkes RI.

Machfiroh, I. S. (2019). Strategi dan dampak kenaikan harga kedelai terhadap laba usaha produsen tempe di Desa Panggung. Jurnal Hasil Tani, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.34128/jht.v5i2.56

Muhamad Najib, & Asfahani, K. F. (2024). Pemberdayaan UMKM masyarakat dalam pembuatan tempe berbahan dasar kedelai di Desa Prajegan Kecamatan Sukerejo Kabupaten Ponorogo, 277–288. [Nama jurnal tidak tersedia].

Nadhia Hayyu Hemasdika, & Nuning Setyowati, S. (2017). Strategi pengembangan industri keripik tempe di Desa Karangtengah Prandon Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. [Nama jurnal tidak tersedia], 5(3), 364–375.

Poltekkes Denpasar / Badrut Tamam. (2025). Tempe: Pangan lokal unggul (superfood) khasanah budaya bangsa. Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal, 1(1). https://doi.org/10.56744/irchum.v1i1.14

Putu, N., Ayuningtyas, P., Zahira, G., Putri, D. A., & Aeni, N. Q. (2025). Pemberdayaan perempuan dalam UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi lokal, 1–5. [Nama jurnal tidak tersedia].

Ramadani, A. H., Ketintang, J., & Ridlwan, A. A. (2022). Tempe di Tulungagung. ABI: Jurnal, 3(1), 29–39. https://doi.org/10.26740/abi.v3n1.p29-39

Ridlwan, A. A., Ramis, I., Azizah, W., Fathoni, R. D., Al, G. Y., Teknik, F., … Universitas Negeri Surabaya. (2025). Bahan baku tempe dan penataan manajemen berbasis [judul tidak lengkap]. [Nama jurnal tidak tersedia], 6(1), 146–158.

Sigi Syah Wibowo, Abdul Manaf, & Tresna Umar. (2021). Analisis pembebanan belt conveyor menggunakan motor induksi 3 fase 1,5 kW dan VSD sebagai speed controller. Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi, 9(1), 91–96. https://doi.org/10.33795/jtia.v9i1.18

Tedjasukmana, F. W. (n.d.). Implementasi visi Sustainable Development Goals (SDGs): Pemanfaatan inovasi teknologi dalam peningkatan industri kecil di Indonesia. [Laporan atau naskah tidak dipublikasikan].

Downloads

Published

2025-11-15

How to Cite

Dimas Nur Prakoso, Yuli Prasetyo, Ardila Prihadyatama, Adittio Ramadhan, & Narava Kansha Putra Pratama. (2025). Implementasi Teknologi Otomatisasi pada Tahap Pengolahan Kedelai dengan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada Industri Tempe Dusun Sadang Kabupaten Ngawi. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(4), 419–428. https://doi.org/10.55606/kreatif.v5i4.8769