Pendampingan Aparat Pemerintahan Kampung dalam Penyusunan Standar Pelayanan Minimal di Kampung Puay Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura

Authors

  • Hiskia C.M. Sapioper Universitas Cenderawasih
  • Dorthea Renyaan Universitas Cenderawasih
  • Ibrahim K. Kendi Universitas Cenderawasih
  • Jeanne J. A. Hokoyoku Universitas Cenderawasih
  • Fedeli A. Itaar Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.55606/kreatif.v5i4.8763

Keywords:

Assistance, Minimum Service Standards (SPM), Puay Village, Public Services, Village Officials

Abstract

Village Minimum Service Standards (SPM) are provisions regarding the type and quality of basic services that must be received by every citizen as a form of fulfilling the basic rights of village communities. These provisions are clearly regulated in Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 2 of 2017, which serves as the basis for village governments in providing public services in a measurable and quality manner. This study aims to increase the understanding and awareness of village officials regarding the importance of public services in accordance with government-set standards. In addition, this study also focuses on assisting village officials in the process of preparing SPM documents in Puay Village, East Sentani District, Jayapura Regency. The implementation methods include lectures, question and answer sessions, group discussions, and mentoring activities carried out in several stages. These stages include identifying ongoing service problems, implementing training on SPM principles and indicators, and providing technical assistance in preparing village minimum service standards. The results of the activities indicate that village officials are able to understand and implement services according to established standards. This ability contributes to increasing the effectiveness and efficiency of services to the community, thereby significantly improving the quality of village governance.

References

Dwiyanto, A. (2015). Reformasi birokrasi kontekstual. Gadjah Mada University Press.

Hartati, H., & Farisi, M. (n.d.). Sosialisasi Permendagri Nomor 2 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Minimal Desa dalam Rangka Optimalisasi Pelayanan Publik di Desa Selat Kecamatan Pemayung. LPPM Universitas Jambi.

Ilham, I., Muttaqin, U. I., & Idris, U. (2020). Pengembangan Bumkam Berbasis Potensi Lokal Di Kawasan Perbatasan Indonesia-Papua New Guinea. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 104-109.

Mayasari, B., & Budiantara, M. (2023). Penerapan Standar Pelayanan Publik di Desa Gesikan. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 2(2), 43–59.

Pamungkas, T. K., & Jakfar, M. H. A. (2022). Efektivitas kinerja pemerintah desa dalam pelayanan publik. Jurnal Paradigma Madani, 9(1), 13-24.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Standar Pelayanan Minimal Desa.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2021 Tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal.

Rahmi & Suparti. (2023). Penerapan Standar Pelayanan Minimal Desa di Desa Mangkupum Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. JAPB, 6(2), 1818-1834.

Renyaan, D. (2023). Services for population administration in the City of Jayapura. Journal of Research and Development on Public Policy, 2(3), 88-97. https://doi.org/10.58684/jarvic.v2i3.79

Renyaan, D., & Sriyono, S. (2020). Penataan administrasi umum di Kampung Yoboi Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 307-311. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.1005

Salamah, S., & Setiawati, B. (2020). Implementasi Kebijakan Permendagri Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Standar Pelayanan Minimal Desa (Studi Kasus di Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong). JAPB, 3(2), 1071–1083.

Sedarmayanti, H. J. (2018). Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. CV. Mandar Maju.

Sumantri, I. (2022). Reorientasi reformasi birokrasi dan good governance dalam penyelenggaraan sektor publik di Indonesia. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan Dan Politik, 5(2), 63-72.

Syukron, N., & Irawan, A. (2025). Optimalisasi Pelayanan Kampung Berbasis Website di Kampung Urumb Kabupaten Merauke Menuju Kampung dengan Pelayanan Digital. Akselerasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 187-196.

Tebay, V., Renyaan, D., Motto, D. N., Muttaqin, M. Z., Duwiri, J. C., & Yaung, J. C. K. (2024). Pendampingan penyusunan Standar Pelayanan Minimal kepada aparatur kampung di Kampung Nendali Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 263-268. https://doi.org/10.54082/jippm.644

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Yumame, J., Ilham, I., Renyaan, D., & Sapioper, H. (2020). Membangun kampung berbasis data (Pendampingan penyusunan monografi dan profil Kampung Yobeh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura). Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 246-253. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.965

Downloads

Published

2025-11-17

How to Cite

Hiskia C.M. Sapioper, Dorthea Renyaan, Ibrahim K. Kendi, Jeanne J. A. Hokoyoku, & Fedeli A. Itaar. (2025). Pendampingan Aparat Pemerintahan Kampung dalam Penyusunan Standar Pelayanan Minimal di Kampung Puay Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(4), 450–459. https://doi.org/10.55606/kreatif.v5i4.8763