Hubungan Status Paritas, Status Gizi Ibu, dan Usia Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Dr. R. Soedjono Selong

Authors

  • Bq. Nia Apriliana Putri Universitas Islam Al-Azhar
  • Lalu Irawan Surasmaji Universitas Islam Al-Azhar
  • Aena Mardiah Universitas Islam Al-Azhar
  • Ida Ayu Made Mahayani Universitas Islam Al-Azhar

DOI:

https://doi.org/10.55606/jikki.v6i2.10233

Keywords:

Gestational Age, LBW, Maternal Nutritional Status, Neonatal Health, Parity

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is one of the main causes of neonatal morbidity and mortality and remains a public health problem. The incidence of LBW is influenced by various multifactorial factors involving maternal, fetal, and environmental factors. This study aims to determine the relationship between parity status, maternal nutritional status, and gestational age with the incidence of LBW at Dr. R. Soedjono Selong Regional General Hospital. This observational analytical study with a cross-sectional design involved 86 mothers who gave birth through simple random sampling from medical records in 2024. Data were analyzed univariately, bivariately using the Chi-square test, and multivariately using logistic regression. The results showed a prevalence of LBW of 26.7%. Bivariate analysis showed that parity status was not significantly associated with LBW (p = 0.218), while maternal nutritional status (p = 0.007) and gestational age (p = 0.000) were significantly associated with the incidence of LBW. In multivariate analysis, gestational age was the most dominant factor (PR = 18.945; p = 0.000), while maternal nutritional status only showed a trend toward increased risk (p = 0.105), and parity status had no significant effect. Gestational age was the primary determinant of LBW incidence. Maternal nutritional status was associated with LBW, while parity showed no significant association.

References

Afidah, A. N. F., Stang, & Rahma. (2023). Analisis faktor risiko yang memengaruhi kejadian bayi berat lahir rendah. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 3, 143–150.

Al-Muqhni, M. K., & Kurniawan, R. (2025). Determinan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi di Provinsi Sulawesi Selatan: Analisis data SKI 2023. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9, 6535–6543.

Andini, R. N., Nurvinanda, & Agustin. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6, 1231–1243.

Angriani, R., & Noviana, I. (2022). The relationship between pregnant women’s diet and fetal development in the third trimester of pregnancy. All Fields of Science J-LAS, 2(4), 284–289.

Asma, A. D. U., Sukarta, I. M., & Umar, S. (2023). Hubungan status gizi dan usia ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(2), 115–122.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur. (2024). Lombok Timur Regency in figures 2024. BPS Kabupaten Lombok Timur.

Darmstadt, G. L., Al Jaifi, N. H., Arif, S., & Bahl, R. (2023). New World Health Organization recommendations for care of preterm or low birth weight infants: Health policy. EClinicalMedicine, 63, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2023.102205

Dhirah, U. H., Ulviara, D., Rosdiana, E., & M. (2020). Determinan faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(2), 1198–1206.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2023). Profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2022. Dinkes NTB.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2024). Profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2023. Dinkes NTB.

Fauziyah, N. (2019). Analisis data menggunakan multiple logistic regression test di bidang kesehatan masyarakat dan klinis. Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.

Fitri, A., Rahim, R., Nurhayat, Pagiling, A. S. L., Natsir, I., Munfarikhatin, A., Simanjuntak, D. N., Hutagaol, K., & Anugrah, N. E. (2023). Dasar-dasar statistika untuk penelitian. Yayasan Kita Menulis.

Harfia, F. A., Novayelinda, R., & Guna, S. D. (2025). Faktor-faktor ibu yang memengaruhi kejadian berat badan lahir rendah. Indonesian Research Journal on Education, 2(3), 1030–1037.

Hasan, Y., Yuliana, T., & Wissaputri, E. W. (2024). Hubungan umur kehamilan dan paritas terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Kabupaten Cianjur. Jurnal Medika Malahayati, 8(3), 608–616.

Ilmiyani, S. N., Yusuf, N. N., & Aprianti, N. F. (2021). Hubungan status gizi dan anemia pada ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Dr. R. Soedjono Selong. ProHealth Journal, 18(1), 15–20.

Indrayani, S., & Okrianti, S. (2023). Hubungan anemia dan paritas terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 30529–30535.

Irawan, R., & Pratama, R. M. K. (2021). Karakteristik ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Indonesia Health Issue, 194–200.

Khoirunnisa, F. N., Puspitasari, I., Yulianti, I., Nisak, A. Z., & Siagian, D. S. (2024). Kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) berdasarkan faktor prediktor usia kehamilan dan status gizi. Midwifery Care Journal, 32–38.

Komite Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman dan standar etik penelitian dan pengembangan kesehatan nasional. Kemenkes RI.

Liao, L., Deng, Y., & Zhao, D. (2020). Association of low birth weight and premature birth with the risk of metabolic syndrome. Frontiers in Pediatrics, 8, Article 405. https://doi.org/10.3389/fped.2020.00405

Listiarini, D., Maryanti, U., Sofiah, E., & Sahira, N. (2022). Status gizi ibu hamil berhubungan dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal Kesehatan Mahardika, 9(2), 10–15. https://doi.org/10.54867/jkm.v9i2.107

Maharani, A. W., Ayunda, R. D., & Irawati, D. (2024). Tinjauan pustaka: Faktor risiko dan dampak berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal Medika Hutama, 5, 5–24.

Mardiyah, S., Yunita, L., & Salmarini, D. D. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara. Jurnal Kesehatan, 2(2), 169–174.

Marini, Solechah, S. A., Fathullah, D. M., & Rahayu, A. (2023). Hubungan usia ibu, kadar hemoglobin, dan status KEK saat kehamilan dengan berat badan lahir bayi. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 7(2), 296–304.

Musviratunnisah, B. Y., Benvenuto, A. F., Saputra, I. P. B. A., & Hanafi, F. (2024). Hubungan anemia, usia ibu, dan paritas dengan kejadian berat badan lahir rendah. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4, 2294–2304.

Nelli Roza, Arianggara, A. W., Wilujeng, A. R., Endriani, S., & Randhanie, T. (2020). Hubungan jarak kehamilan dan paritas dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR). Jurnal Kesehatan, 8(2), 115–129.

Sari, L., Anggraini, H., & Handayani, S. (2023). Hubungan usia kehamilan, anemia, dan paritas dengan kejadian BBLR. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 5(2), 144–152.

Setyawan, D. A. (2022). Statistika kesehatan: Analisis bivariat pada hipotesis kesehatan. Tahta Media Group.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Widowati, N., Ningtyias, F. W., & Sulistiyani. (2024). Analysis of maternal factors with the incidence of LBW infants at Situbondo Health Center: Study of cohort register data in 2020. Amerta Nutrition, 8(3), 368–375. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i3.2024.368-375

World Health Organization. (2024). Low birth weight. WHO.

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Bq. Nia Apriliana Putri, Lalu Irawan Surasmaji, Aena Mardiah, & Ida Ayu Made Mahayani. (2026). Hubungan Status Paritas, Status Gizi Ibu, dan Usia Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Dr. R. Soedjono Selong. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 6(2), 01–12. https://doi.org/10.55606/jikki.v6i2.10233