Implementasi Hukum Waris Adat Batak Toba bagi Anak Perempuan di Desa Belang Malum Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi

Authors

  • Ester Senov Fitriani Simanjuntak Universitas Negeri Medan
  • Sri Hadiningrum Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v6i1.8562

Keywords:

Customary Law, Daughters, Gender Equality, Inheritance Distribution, Patrilineal System

Abstract

This study aims to examine the implementation of inheritance distribution for daughters under the Batak Toba customary inheritance law. The research employs a qualitative method with an empirical juridical approach. The empirical juridical approach is used to analyze the interaction between customary law and its application within the Batak Toba indigenous community. The data used in this study consist of primary and secondary data. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The data analysis technique applied is qualitative analysis, which involves data reduction, data presentation, and verification or conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of Batak Toba customary inheritance law in Belang Malum Village remains based on the patrilineal principle. Although the community still upholds the patrilineal system that positions sons as the main heirs, this practice has gradually shifted in line with societal changes, particularly regarding the recognition of daughters as heirs and their entitlement to inheritance. In practice, daughters now receive a share of the inheritance, with the form and proportion determined by family consensus, the economic condition of each child, and local traditions. This study recommends openness to social developments and national legal principles that promote justice and gender equality, as well as the enhancement of legal awareness and education through both formal and non-formal means.

References

Abdiansah, A., Utami, A. S., Yusliani, N., Miraswan, K. J., & Oklilas, A. F. (2021). Penerapan Sistem Informasi Desa menggunakan OpenSID di Desa Tanjung Dayang Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(6), 1472–1479. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i6.5621

Aisyah, A., & Alexia, N. (2022). Keberadaan hukum waris adat dalam pembagian warisan pada masyarakat adat Batak Toba Sumatera Utara. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.32503/mizan.v11i1.2323

Alim, M. S., & Ibrahim, R. (2024). Optimalisasi kualitas pelayanan publik di era digital Desa Moluo Kab. Gorontalo Utara. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(2), 3793–3802. https://innovative.org/index.php/Innovative/article/view/9803

Amal, D. S., & B. K. (2016). Membangun pemahaman multikultural dan multiagama guna menangkal radikalisme di Aceh Singkil. Jurnal Al-Ulum, 16(2), 348–367. https://doi.org/10.30603/au.v16i2.155

Andini, S. (2024). Pendidikan sebagai agen perubahan dalam mengembangkan budaya keadilan sosial. Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 2(3). https://doi.org/10.55606/lencana.v2i3.3766

Antonius Ando Triadi Manurung. (2023). Pelaksanaan pembagian harta warisan pada masyarakat adat Batak Toba di Desa Sungaikerjan. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 4(1), 91–108. https://doi.org/10.22437/zaaken.v4i1.22452

Aprita, S. (2023). Hukum adat (Ed. pertama). Bogor: Mitra Wacana Media.

Ayu Fitri, I., & B. (2023). Penerapan filosofi adat Dalihan Natolu dalam kehidupan masyarakat Batak Toba di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora), 1(3), 435–452. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i3.110

Butarbutar, E. N. (2019). Perlindungan hukum terhadap prinsip Dalihan Natolu sebagai hak konstitusional masyarakat adat Batak Toba. Jurnal Konstitusi, 16(3). https://doi.org/10.31078/jk1633

Cahyawati, I., & Muqowim, M. (2023). Kesetaraan gender dalam pendidikan menurut pemikiran M. Quraish Shihab. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 19(2), 210–220. https://doi.org/10.25299/al-hikmah:jaip.2022.vol19(2).8338

Dharmawan, F. H., & M. (2022). Kedudukan anak perempuan dalam pembagian harta warisan hukum adat Batak Toba di Kabupaten Samosir. Constitutum: Jurnal Ilmiah Hukum, 1(2), 86–99. https://doi.org/10.51903/perkara.v2i1.1632

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Ferba Editya, M. S., Bonaventura Sitepu, J., & Kunci, K. (2023). Hak waris perempuan menurut hukum adat Batak Toba. Jurnal Rectum, 5, 155–163.

Mikael, S., Gadis, S., Sembiring, P., Novi, J., & Lubantobing, Y. (2024). Analisis hukum perdata terhadap pembagian warisan anak dalam perspektif masyarakat Batak Toba. JLEB: Journal of Law Education and Business, 2(2), 953–962. https://doi.org/10.57235/jleb.v2i2.2758

Nasution, A. (2019). Pluralisme hukum waris di Indonesia. Al-Qadha, 5(1), 20–30. https://doi.org/10.32505/qadha.v5i1.957

Rosyida, F. N., Shofi, K., & Ramadhani, S. (2024). Sistem patrilineal pada hukum waris adat masyarakat Batak. Jurnal Begawan Hukum (JBH), 2(1), 13–22.

Saragih, J., Siahaan, R. Y., Sitepu, E. N., Sintania, L. S., Ningsih, P. W., Hadiningrum, S., & Siahaan, P. G. (2024). Pembagian warisan bagi anak perempuan menurut hukum adat masyarakat Mandailing dan perdata Islam. Journal on Education, 6(4), 20571–20579. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.6119

Simanjuntak, S. (2022). Hukum perdata Indonesia. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2020). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sumber Hukum:

Pasal 18B Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Sumber Online:

Wikipedia. (n.d.). Belang Malum, Sidikalang, Dairi. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Belang_Malum,_Sidikalang,_Dairi

Syamsudin, M. (1996). Perkembangan konsep hukum adat dari konsepsi Barat ke konsepsi nasional (sebuah tinjauan historis). Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 3(5), 70–80. https://doi.org/10.20885/iustum.vol3.iss5.art9

Undari Sulung, M. M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. Jurnal Edu Research: Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS), 5(3), 28–33.

Uzlifatus Dea Arianty, & Rosyadi, E. N. (2023). Perkembangan sistem pembagian waris adat di suku Batak Toba yang menganut kekerabatan patrilineal. Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(5), 273–277.

Warjiyati, S. (2020). Ilmu hukum adat (Ed. pertama). Yogyakarta: Deepublish.

Yuliyani, A. P. (2023). Peran hukum adat dan perlindungan hukum adat di Indonesia. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(9), 860–865. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i09.648.

Downloads

Published

2026-01-13

How to Cite

Ester Senov Fitriani Simanjuntak, & Sri Hadiningrum. (2026). Implementasi Hukum Waris Adat Batak Toba bagi Anak Perempuan di Desa Belang Malum Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 6(1), 186–204. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v6i1.8562