Strategi Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Remaja

Authors

  • Nurmala Sari Wicaksono Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Wanodya Kusumastuti Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Widyaning Hapsari Universitas Muhammadiyah Purworejo

DOI:

https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v6i1.10396

Keywords:

Adolescents, Mental Health, Prevention Strategies, Self-Harm, Social Support

Abstract

Self-harm behavior in adolescents is a form of escape from emotional pressure, stress, and feelings of helplessness experienced in the process of psychosocial development. This study aims to identify effective prevention strategies in suppressing self-harm behaviors in adolescents. The research method used was a qualitative approach with an in-depth interview technique with four adolescents aged 13–20 years who had experience related to self-harm behavior and one supporting informant who had handled self-harm cases. The data were analyzed using a thematic approach to find patterns of coping strategies used by adolescents in dealing with psychological distress. The results of the study show that effective prevention strategies include increased social support from family and peers, mental health education in schools, and ongoing counseling assistance. In addition, strengthening emotion regulation skills and self-awareness is an important factor in reducing the risk of self-harm. The findings of this study confirm the importance of the role of the immediate environment in creating a sense of security and acceptance for adolescents. Therefore, collaboration between families, schools, and mental health professionals is needed to build a comprehensive and sustainable prevention system.

References

Anggraini, R., & Fadhilah, M. (2024). Dampak paparan media sosial terhadap perilaku menyakiti diri pada remaja. Jurnal Psikologi dan Komunikasi Digital, 9(1), 45–58. https://doi.org/10.47134/jpa.v1i3.422

Astuti, L., & Pratama, D. (2022). Dukungan sosial keluarga terhadap kecenderungan perilaku self-harm pada remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 11(2), 78–90.

Dewi, L. P., & Hapsari, D. (2021). Dinamika perkembangan emosi dan pencarian identitas pada remaja usia 13–20 tahun. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 9(1), 45–53.

Fitriani, A., & Utomo, R. (2023). Tekanan akademik dan regulasi emosi pada remaja sekolah menengah di Indonesia. Jurnal Kesehatan Mental Remaja, 4(1), 44–56.

Hanan, A., Rahmatullah, M., & Fadhillah, N. (2024). Pentingnya dukungan sosial terhadap perilaku self-harm pada remaja yang merasa kesepian. Jurnal Psikologi Konseptual, 6(2), 45–53. https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/998

Handayani, R., & Puspitasari, D. (2023). Peran sekolah dalam peningkatan literasi kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 55–67.

Istiana, I., Safitri, P., Pratiwi, D., & Oksafitri, Y. (2023). Loneliness dan perilaku self-harm pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia. https://doi.org/10.56667/jikdi.v3i2.1213

Kandar, S., Rahayu, E., & Prasetyo, R. (2023). Gambaran perilaku self-harm pada anak usia remaja di Kota Semarang. Link Journal of Health Sciences, 2(1), 10–18. https://journal.linkpub.id/index.php/LJHS/article/view/3

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan nasional kesehatan jiwa remaja Indonesia tahun 2023.

Kurniawan, A., & Lestari, S. (2020). Dukungan teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 12(2), 102–114.

Kusnadi, G. A. (2021). Self-injury in adolescents that may disturb mental health. Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling, 1(2), 11–23. https://doi.org/10.17509/psikoeduko.v1i2.32830

Kusumadewi, A., & Hidayat, T. (2020). Strategi regulasi emosi dan self-harm pada remaja perempuan. Jurnal Psikologi Udayana, 7(3), 97–106.

Lestari, M., & Maulina, S. (2023). Pengaruh penggunaan media sosial terhadap risiko perilaku menyakiti diri pada remaja di era digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1), 33–42.

Lubis, R., & Yudhaningrum, L. (2020). Gambaran kesepian pada remaja pelaku self-harm. Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 5(2), 98–107. https://doi.org/10.21009/JPPP.091.03

Pratama, A., & Nuraini, T. (2021). Efektivitas program literasi kesehatan mental di sekolah dalam mencegah perilaku self-harm pada remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(3), 150–160.

Putra, A., & Wibisono, B. (2022). Efikasi diri dan regulasi emosi sebagai prediktor perilaku self-harm pada remaja. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 11(2), 99–113.

Putri, A. D., & Hartati, S. (2021). Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku self-harm pada remaja SMA di Kota Bandung. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 7(1), 45–55. https://doi.org/10.37104/ithj.v4i1.73

Putri, D., & Rahmawati, A. (2022). Literasi kesehatan mental dan implikasinya terhadap perilaku self-harm pada remaja. Jurnal Kesehatan Jiwa Indonesia, 10(3), 189–198.

Rahmah, L., & Utami, D. (2021). Krisis identitas dan perilaku self-harm pada remaja SMA. Jurnal Ilmu Psikologi Terapan, 7(3), 88–101.

Rahmawati, D., & Lestari, M. (2022). Faktor psikologis yang memengaruhi kecenderungan perilaku menyakiti diri pada remaja di Indonesia. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 5(2), 112–121.

Sabrina, R., & Afiatin, T. (2023). Disregulasi emosi sebagai prediktor nonsuicidal self-injury remaja. Gadjah Mada Journal of Psychology.

Salsabila, N., & Nuraini, I. (2021). Peran keluarga dalam pencegahan perilaku self-harm pada remaja. Jurnal Konseling dan Psikoterapi, 7(2), 145–157.

Santoso, R., & Widyaningrum, N. (2023). Dampak paparan media sosial terhadap perilaku self-harm pada remaja di era digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 7(3), 250–259.

Sari, N., & Nurdiana, E. (2023). Dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis remaja dalam konteks perilaku menyakiti diri. Jurnal Psikologi Sosial Indonesia, 12(1), 66–80.

Sari, N., & Wulandari, F. (2022). Perkembangan psikososial remaja dalam pembentukan identitas diri di era modern. Jurnal Psikologi Remaja Indonesia, 5(2), 101–110.

Septiani, D., & Kurniawati, E. (2022). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku self-harm pada remaja SMA di Jakarta. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(2), 85–94.

Utami, D., Sari, R., Dahlia, D., & Kartika, F. (2022). Pengaruh kelekatan orang tua terhadap self-injury pada remaja korban perundungan. Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah.

Valencia, I., & Sinambela, F. C. (2021). The relationship between self-harm behavior, personality, and parental separation: A systematic literature review. Proceedings of the International Conference on Psychological Studies (IOPSYCHE 2020), 530, 10–11. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210423.002

World Health Organization. (2022). Adolescent mental health: Self-harm and suicide prevention.

Wulandari, N., & Siregar, D. (2021). Hubungan antara ekspresi emosi dan kecenderungan perilaku menyakiti diri pada remaja. Jurnal Psikologi dan Konseling Nusantara, 8(3), 201–213.

Downloads

Published

2026-01-23

How to Cite

Nurmala Sari Wicaksono, Wanodya Kusumastuti, & Widyaning Hapsari. (2026). Strategi Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Remaja. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 6(1), 771–785. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v6i1.10396